Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe

Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Salah satu penyakit tanaman cabe yang paling sering terjadi adalah "kondisi daun keriting". Sebenarnya ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun umumnya karena adanya hama yang menyerang daun cabe sehingga mengakibatkan daun rusak dan keriting.

Daun Keriting Tanaman Cabe

Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe

Beberapa hama daun yang dapat menyerang tanaman cabai diantaranya Hama Daun Keriting Thrips, Hama Daun Keriting Tungau (Mite) dan Hama Kutu Daun, Hama Virus. 
Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe
Semua hama ini sangat berpotensi merusak tanaman sehingga pertumbahannya menjadi lambat bahkan bisa menyebabkan kematian pada tanaman cabe. Untuk itu pertu adanya antisipasi dan penanggulangan hama ketika sudah terlanjur terjadi pada tanaman Cabe. 

Antisipasi Daun Keriting Tanaman Cabe :


  • Memilih bibit tanaman cabe unggul dan tahan terhadap hama dan penyakit.
  • Menjaga  kebersihan lingkungan sekitar tanaman cabe dengan membersihkan gulma. Gulma atau rumput liar disekitar tanaman cabe berpotensi untuk mengundang datangnya berbagai serangan hama cabe. Cara yang paling efektif adalah dengan menutup tanah menggunakan plastik mulsa.
  • Usahakan untuk fokus pada satu tanaman, artinya tidak mencampur tanaman cabe dengan tanaman lainnya (tumpang sari).
  • Anda dapat mmberi pestisida Furadan 3G di sekitar tanam pada waktu sebelum penanaman bibit cabe. Dosis yang di gunakan sejumlah 60 s/d 90 kg per hektar atau sekitar 2 sendok makan/meter persegi.
  • Anda dapat mengantisipasi daun keriting tanaman cabe dengan melakukan penyemprotan pestisida setelah tanaman cabe mula tumbuh atau sebelum adanya serangan hama. Beberapa pertisida yang dapat anda gunakan adalah pestisida dengan bahan aktif seperti Fipronil, Imidakloprid etc. Tambahkan pula pupuk daun guna menambah kesuburan tanaman cabe.

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot

Membuat Media Tanam Polybag dan Pot - Media tanam merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam budidaya tanaman baik di lahan langsung maupun dengan menggunakan polybag atau pot. Dari itu kita perlu mempersiapkannya secara matang sebelum bercocok tanam agar sayuran atau buah yang ditanam dapat tumbuh dengan maksimal.

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanaman Sayur dalam Pot
Polybag atau pot merupakan tempat media menanam yang praktis, mudah dan murah. Proses perawatan suatu tanaman jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan menanam di lahan secara langsung. Namun ada satu hal penting yang mesti diperhatikan dalam membuat media tanaman dengan polybag, Media tanam yang baik ialah media tanam dengan kondisi yang gembur / porous, ini bertujuan agar pertumbuhan akar tanaman dan perkembangan tanaman dapat lebih maksimal.

Nah agar dapat menjadikan media tanam nampak gembur, tentu kita harus mengetahui takaran atau komposisi bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan media tanam polybag. Seperti apa bahan dan cara pembuatannya ? Mari kita simak Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot :

Syarat Media Tanam Yang Baik

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanaman Bawang dalam Pot
Media tanam polybag maupun pot sebenarnya itu sama, yang membedakan adalah wadahnya saja. Yang terpenting adalah media di dalam polybag tersebut memiliki kriteria syarat media tanam yang baik. Media tanam yang memenuhi syarat adalah media yang mampu menopang tanaman, lalu memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta memiliki tempat bagi akar tanaman agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat lebih maksimal. Secara umum, media tanam yang bagus seharusnya memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
  • Dapat menyediakan ruang bagi perkembangan akar tanaman, dari itu sebisa mungkin membuat media menjadi gembur agar akar tanaman lebih mudah berkembang dan menyerap nutrisi untuk tanaman.
  • Dapat menyimpan kebutuhan air bagi tanaman dan memiliki pembuangan air yang baik saat ketersediaan air berlebih.
  • Mengandung humus / unsur hara sebagai kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Tidak mengandung benih penyakit / hama yang dapat menyerang tanaman di kemudian hari.

Bahan Pembuatan Media Tanam Polybag / Pot

Pembuatan media tanaman dalam polybag dan pot dapat kita lakukan dengan memanfaatkan berbagai macam bahan mulai dari yang organik hingga sintetis. Namun postingan kali ini kami akan lebih fokus membahas media tanam dengan bahan organik. Berikut beberapa bahan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan media tanam :

1. Tanah
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanah Gembur
Bahan utama dalam membuat media tanam adalah tanah. Tanah yang baik untuk bahan media tanam pot yaitu jenis tanah yang berpasir, tanah ini memiliki drainase yang baik bagi tanaman. Namun hindari penggunaan tanah yang terlalu berpasir maupun yang terlalu berlempung. Usahakan mendapatkan tanah yang gembur untuk bahan media tanam polybag.

2. Kompos atau Pupuk Kandang
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Kompos
Bahan media tanam ini dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia dan biologi pada tanah, selain itu berfungsi meningkatkan dan menjaga kesuburan serta kesehatan fisik tanaman. Kebutuhan unsur hara tanaman juga dapat dipasok dengan menggunakan kompos / pupuk kandang.

3. Arang Sekam atau Arang Lainnya
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Arang Sekam
Selain dua bahan media tanam polybag di atas, ada satu lagi bahan yang kita butuhkan yang berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan unsur fosfor (P). Selain itu, sekam arang dapat membantu meningkatkan sistem pertukaran udara di dalam polybag, sehingga sangat bagus untuk akar tanaman. Jika tidak ada arang sekam, kita masih dapat menggantikannya dengan serabut kelapa untuk dijadikan arang.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Jika sudah mengetahui bahan dan masing-masing manfaatnya. Selanjutnya mari kita praktekkan cara membuat media tanam organik pada polybag. Pertama silahkan siapkan 3 bahan di atas (Tanah gembur, Kompos / pupuk kandang dan arang sekam). Kalau bahan-bahan sudah terkumpul sekarang campurkan semua bahan dengan perbandingn (tanah 2, pupuk kandang 1 dan arang 1). Jadi perbandingannya 2:1:1.

Aduk semua bahan hingga benar-benar tercampur lalu masukkan ke dalam pot atau polybag sesuai dengan ukuran yang kita inginkan. Sampai disini prosem membuat media tanam polybag dan pot sudah selesai.

Sebagai catatan, untuk perbandingan campuran 3 media tanam di atas, kita dapat mencampurnya dengan perbandingan 2:1:1 atau juga 1:1:1. Untuk dapat membuktikannya komposisi mana yang terbaik adalah dengan cara mencobanya sendiri. Semoga postingan Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot ini dapat bermanfaat untk kita semua. Mari bercocok tanam !

Yuk Baca Juga : 




Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot

Flowergardenplans.com - Cara Menanam Sawi Dalam Polybag sangat mudah kita lakukan, terlebih jika menamamnya di sekitar halaman rumah. Menanam sawi dengan sistem "tabulampot" atau polybag sangat cocok dilakukan di lahan sempit, tidak terkecuali di pekarangan rumah kita sendiri.

Polybag yang menjadi media tanam dapat kita tata dengan rapi di lahan kosong sekitar halaman rumah, atau jika tidak ada lahan sedikitpun, kita masih dapat menaman sawi dalam polybag dengan cara vertikutur yaitu memanfaatkan kayu atau bambu dengan membentuknya secara tersusun. Misalnya seperti pada gambar di bawah ini.
Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Tanaman Sawi dalam Polybag
Lalu bagaimana Cara Menanam Sawi Dalam Polybag yang baik agar lebih maksimal ? Sebelum lebih jauh mengulas tentang budidaya tanaman sawi di polybag, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu sekilas tentang sawi.

Berdasarkan definisi dari Wikipedia, sawi merupakan sekelompok tumbuhan yang tergolong marga Brassica dimana daun dan bunganya dimanfaatkan untuk bahan pangan (sayuran). Sawi memiliki nilai nutrisi yang bagus untuk kebutuhan tubuh manusia, beberapa kandungan nutrisi sawi dengan berat 100 gr1 maka umumnya memiliki nilai "Energi 20 kkal, Protein 1,7 gr, Lemak 0,4 gr, Karbohidrat 3,4 gr, Kalsium 123 mg, Fosfor 40 mg, Zat Besi 1,9 mg Vit A, Vit B, dan Vit C.

Syarat Tumbuh Tanaman Sawi

Syarat perting untuk menanam sawi agar tumbuh maksimal adalah harus memiliki media tanam yang gembur dan mengandung unsur hara / humus serta memiliki drainage (pembuangan air yang baik). Derajat Ph tanah yang bagus idealnya 6 s/d 7.

Tanaman sawi akan tumbuh maksimal di dataran tinggi, namun tanaman yang satu ini juga dapat dibudidayakan di dataran rendah selagi kebutuhan air dapat tercukupi. Salah satu kelebihan tanaman sawi ialah dapat ditanam kapan saja, artinya tidak peduli musim hujan maupun musim kemarau. Waktu yang sangat baik untuk menanm sawi saat akhir musim penghujan.

Sawi tidak dapat tumbuh maksimal pada saat musim kering jika kita tidak memperhatikan kebutuhan airnya, namun jika menanam sawi dengan media polybag / pot maka tentunya akan lebih mudah dalam merawatnya termasuk soal kebutuhan air. Jadi kita masih dapat menanam sawi dengan cara "tabulampot" saat musim kemarau.

Berikut Cara Menanam Sawi Dalam Polybag / Pot

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Tanaman Sawi dalam Polybag

Alat dan Bahan

Peralatan yang dibutuhkan untuk menanam sawi dalam polybag kurang lebih sama seperti peralatan yang dibutuhkan pada budidaya sistem tabulampot (tanaman buah dalam pot). Hanya saja disini kita menggunakan polybag sebagai medianya. Berikut beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan :
  • Polybag Ukuran 4 inc atau tray semai (optional)
  • Polybag ukuran 18 inc
  • Media tanam (tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam)
  • Benih sawi
  • Nutrisi tanaman berupa pupuk organik / pupuk kandang

Proses Pemilihan Benih Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Benih Sawi
Untuk dapat menghasilkan bibit sawi yang baik hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan benih sawi. Lalu bagaimana cici-ciri benih sawi yang bagus ? Berikut ciri-cirinya :
  • Biji berbentuk bulat dan berukuran kecil
  • Memiliki warna kulit yang coklat kehitaman
  • Biji benih sawi nampak mengkilap dan licin
  • Benih sawi unggul biasanya dibugkus dengan alumunium foil
Selain dengan cara melihat ciri-ciri benih sawi unggul di atas, kita masih dapat menyeleksi benih sawi dengan cara merendamnya. Benih sawi yang bagus untuk ditanam akan tenggelam saat direndam, namun biji-biji yang mengapung dapat kita pisahkan karena itu merupakan benih sawi yang kurang baik untuk ditanam.

Proses Penyemaian Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Bibit Sawi di Penyemaian Mulai Tumbuh
  • Pertama siapkan media penyemaian. Bahan-bahannya terdiri dari tanah gembur dan kompos / pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1
  • Campur bahan tadi hingga merata dan masukkan ke dalam polybag kecil atau letakkan di wadah semai / tray semai. Diamkan selama kurang lebih 1 minggu.Kalau bisa usahakan terhindar dari air hujan atau sinar matahari secara lansung.
  • Kalau media penyemaian sudah siap kemudian kita dapat merendam benih sawi dengan air hangat sekitar 3 jam.
  • Sebelum benih sawi diletakkan di media penyemaian, kita dapat menyemprot media semai sampai basah atau lembab, barulah benih sawi disemai ke dalam polybag / tray semai.
  • Kemudian tutup tipis media semai dengan tanah halus.
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara teratur, yaitu pada saat pagi dan sore hari. Namun tetap perlu memperhatikan kondisi media, kalau masih basah kita tidak perlu menyiramnya.

Proses Persiapan Media Tanam

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Polybag Untuk Menanam Sawi
Media tanam untuk budidaya sawi dalam polybag terdiri dari tanah gembur, kompos /pupuk kandang dan arang sekam. Campurkan semua bahan tersebut dengan perbandingan 3:2:2. Akan lebih bagus jika ditambahkan pupuk kandang kambing. 

Jika sudah tercampur, saatnya memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam polybag sehingga media tanam siap untuk menampung bibit sawi yang udah disemai. Jangan lupa untuk melubangi tanah ditengah-tengah polybag.

Proses Pemindahan Bibit Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Bibit Sawi Siap dipindah
Bibit sawi siap dipindah ke polybag utama saat sudah memiliki daun sebanyak 4 hingga 5 helai. Biasanya tanaman bibit akan tumbuh dengan 4-5 helai daun 3-4 minggu setelah penyemaian. Lakukan pemindahan bibit sawi dengan cara mengambilnya dari media semai tanpa ada sedikit akar pun yang tercabut. Caranya dengan mencongkelnya bersama tanah sehingga akar tetap utuh. Satu polybag dapat menampung bibit sawi antara 3 - 5 buah.

Cara Merawat Tanaman Sawi

Seperti budidaya tanaman dalam polybag pada umumnya, menanam sawi di polybag / pot dapat dengan mudah kita rawat. Hanya perlu menyiramnya secara teratur dan melakukan pemupukan. Siramlah tanaman sawi dalam polybag setiap pagi dan sore hari. Namun jika hujan atau kondisi tanah pada polybag masih basah, kita tidak perlu menyiramnya.

Jika ingin pertumbuhan sawi lebih maksimal, kita perlu memberikan pupuk secara bertahap, berilah pupuh organik (pupuk cair / pupuk kandang setiap 10 hari atau dua minggu sekali.

Budidaya tamanan sawi dalam polybag memang cenderung lebih bersih dari gulma atau tumbuhan pengganggu tanaman. Namun bukan berarti 100 % akan benar-benar tanpa gulma seperti tumbuhnya rumput atau tumbuhan pengganggu lainnya yang tumbuh di dalam polybag. Maka dari itu kita perlu menjaga kebersihan polybag dari gulma dengan cara melakukan penyiangan.

Hama dan Penyakit Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Hama dan Penyakit Sawi
Hama dan penyakin pada  tanaman sawi merupakan salah satu faktor yang paling menghambat perkembangan sawi, maka dari itu kita harus tau jenis dan cara mengatasinya agar tanaman sawi dalam polybag tetap tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sawi seperti di bawah ini :

  • Hama Tanaman Sawi
- Ulat perusak daun ( Plutella xylostella ) - Hama yang satu ini menyerang daun sawi, akibatnya permukaan daun menjai rusak. Plutella xylostella juga membuat daun berlubang dan tidak rata serta daun akan kering. Cara mengatasinya kita dapat melakukan penyemprotan insektisida pada tanaman sawi.

-Ulat tanah ( Agrotis sp. ) - Haman berikutnya ada Ulat tanah ( Agrotis sp. ), dampak yang terjadi dari hama ini adalah rusaknya akar tanaman sehingga tanaman sawi menjadi layu dan mengguning lalu akhirnya mati. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan penyemprotan insektisida yang biasanya berbentuk butiran sesuai dosis.

- Ulat grayak - Hama ini yang sering dijumpai pada tanaman sawi, efek yang ditimbukan oleh ulat grayak dapat mengakibatkan daun sawi mengguning dan berlubang serta bagian daun tidak beraturan. Cara mengatasinya sama seperti pada ulat perusak daun di atas

- Leaf miner ( Lirimyza sp ) - Ciri-ciri tanaman sawi yang terserang Lirimyza sp biasanya daun akan mengguning atau adanya bercak kuning kecoklatan. Silahkan lakukan penyemprotan dengan Trigard 75 WpP dan Proclaim 5 SG untuk mengatasinya

  • Penyakit Tanaman Sawi

- Penyakit busuk daun ( Phytotora sp. ) - Ciri-ciri terserang penyakit busuk adalah daun sawi akan mengguning dan adanya lendiran pada daun hingga akhirnya membusuk. Cara mengendalikannya adalah dengan penyemprotan fungisida

- Penyakit akar gada ( Plasmodiophora brassicae ) - Sesuai dengan namanya, Penyakit akar gada biasanya menyerang akar tanaman sawi hingga membusuk hingga tanaman menjadi layu serta mati tiba-tiba. Penyakit akar gada saat ini kami masih belum mendapatkan informasi untuk pengendaliannya.

- Bercak daun - Gejala hama yang satu ini adalah adanya bercak berwarna kuning hingga kecoklatan atau bahkan kehitaman pada permukaan daun. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyemprotan fungisida misalnya dengan Bion M 1/ 48 WP.

- Busuk alternaria - Hama ini menyerang akar tanaman sawi hingga mengering atau membusuk. Dampaknya adalah matinya tanaman sawi secara tiba-tiba. Cara pengendalian hama pada sawi yang satu ini adalah melakukan penyemprotan dengan fungida yang dapat berupa Dithane sesuai sosis.

Masa Panen Sawi Dalam Polybag

Kira-kira berapa lama masa panen sawi sejak ditanam ? Tanaman Sawi dalam polybag umumnya dapat dipanen saat usianya sudah mencapai 40 s/d 60 hari setelah ditanam, namun semuanya tergantung dari faktor keberhasilan dalam budidaya sawi.

Ada beberapa cara yang dilakukan dalam memanen sawi. Yang paling umum adalah dengan cara mencabutnya atau dengan memotong batang sawi tepat di atas permukaan tanah. Kalau tujuannya untuk dikonsumsi sendiri biasanya sawi dipanen dengan cara memotong daunnya satu per sat, Tujuannya adalah agar tanaman bisa tahan lama.

Demikianlah panduan atau Cara Menanam Sawi Dalam Polybag Agar Tumbuh Maksimal. Semoga bermanfaa dan dapat menjadi referensi bagi pembaca sekalian yang suka dengan bercocok tanam. Kami sarankan agar melakukan pencarian / referensi pada website lainnya sebagai bahan perbandingan dan tambahan informasi lainnya. Salam Tani !

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal

Budidaya Cabe Dalam Polybag - Saat ini tak hanya petani saja yang biasa menanam cabe baik di kebun maupun dengan menggunakan media tanam seperti polybag dan pot, banyak ibu rumah tangga atau siapapun itu yang mulai suka bercocok tanam seperti budidaya cabe di lahan terbatas dengan menggunakan polybag.

Cara Menaman Cabe Dalam Polybag

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Cara Menanam Cabe Dengan Polybag atau Pot
Berbicara soal budidaya Cabe, ada satu cara yang kami rasa sangat praktis dan efektif jika membudidayakannya di lahan sempit, apa lagi kalau bukan dengan cara menggunakan polybag. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menanam cabe dalam polybag, perawatannya juga lebih mudah dan tentunya dengan hasil yang melimpah. Lalu seperti apa langkah-langkah dalam budidaya cabe dengan menggunakan polybag ? Yuk kita simak ulasannya.

Persiapan Bahan Yang Diperlukan

Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya cabe menggunakan polybag :
  • Polybag Ukuran 4 inc (untuk proses penyemaian) atau Media semai / tray semai
  • Polybag ukuran 18 inc (sebagai mediia tanam / untuk pemindahan tanaman cabe saat sudah besar)
  • Media tanam (campuran tanah, pupuk kandang, arang sekam)
  • Bibit cabe merah / cabe rawit
  • Nutrisi tanaman (pupuk organik / pupuk kandang)

Pemilihan Benih Cabe

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Benih Cabe
Sampai disini sebenarnya kita sudah siap untuk menanam cabe dengan menggunakan polybag. Namun sebelum mulai menanam, hal yang perlu diperhatikan dan sangat penting adalah pemilihan benih cabe. Anda harus menentukan jenis cabe apa yang akan di tanam karena ada banyak sekali jenisnya. Misalnya mau menanam cabe rawit / cabe lokal, maka Anda harus selektif dalam mengambil dan memilih cabe mana yang akan dijadikan bibit. Pilihlah cabe dengan ciri memiliki bentuk yang cukup besar dan bagus, pastikan juga cabe yang akan dijadikan bibit harus benar-benar tua / merah.

Proses pemilihan benih cabe cukup mudah untuk kita lakukan. Pertama kita belah terlebih dahulu setiap bibit cabe, lalu mengeluarkan biji-biji cabe dan mencucinya dengan tujuan menghilangkan lendir pada biji cabe. Langkah selanjutnya adalah menyelekasi biji cabe yang akan dijadikan benih dengan cara merendamnya, nanti akan kelihatan biji mana yang akan kita pilih dan yang mana yang akan dibuang. Biji yang bagus untuk dijadikan benih adalah biiji-biji yang tenggelam, sedangkan biji yang mengapung kita buang karena tidak dapat dijadikan bibit.

Proses Penyemaian Cabe

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Penyemaian Benih Cabe
Jika benih cabe sudah diseleksi, selanjutnya adalah penyemaian untuk menghasilkan bibit cabe unggul. Brikut langkah dalam melakaukan penyemaian benih cabe :
  • Pertama siapkan media tanam untuk penyemaian. Bahan-bahannya terdiri dari tanah dan kompos / pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1
  • Campur bahan-bahan diatas hingga merata lalu dan letakkan di wadah semai / tray semai, diamkan selama kurang lebih 1 minggu. Usahakan media tanam ini terhindar dari hujan maupun sinar matahari secara lansung.
  • Saat media penyemaian sudah siap selanjutnya merendam benih cabe dengan menggunakan air hangat selama kurang lebih 3 jam. Anda dapat menambahkan ZPT atau dapat pula digantikan dengan air bawang merah sebagai perangsang pertumbuhan.
  • Sebelum benih diletakkan di media penyemaian, anda dapat menyemprot media semai hingga basah atau lembab. Kalau sudah benar-benar siap selanjutnya letakkan benih cabe dengan jarak 3 cm x 4 cm atau juga 4cm x 4cm.
  • Selanjutnya tutup tipis dengan tanah halus. Lalu tutup dengan menggunakan daun pisang atau dengan plastik hitam dengan tujuan agar kondisi media penyemaian cabe tetap hangat dan lembab sehingga proses "kecambah" lebih cepat dan maksimal.
  • Anda juga dapat menggunakan polybag ukuran 4 inc dimana satu polybag berisi satu benih cabai.
  • Letakkan media penyemaian cabe di tempat yang cukup teduh, dua hari kemudian media semai mulai diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap.
  • Biasanya setelah 7 hingga 10 hari bibit cabai sudah berkecambah. Saat usia 25 hari hingga satu bulan bibit cabai dipindahkan ke polybag utama sebagai medai tanam.

Proses Penyiapan Media Tanam Dalam Polybag atau Pot

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Media Tanam Polybag
Media tanam dengan menggunakan polybag maupun pot dapat kita siapkan sekitar 10 hari sebelum bibit cabai siap dipindah atau pada saat 15 hari setelah proses penyemaian. Bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu :
  • Tanah gembur
  • Pupuk kandang / kompos
  • Arang sekam
Campurkan semua bahan dengan perbandingan 3:2:2 (tanah, pupuk kandang, sekam) lalu masukkan ke dalam polybag berukuran 18 inc atau lebih besar. Jika Anda menggunakan pot dapat memanfaatkan barang-barang bekas di rumah seperti ember dan karung. Letakkan media tanam ini dengan jarak sekitar 7 hingga 10 cm antara polybag yang satu dengan yang lainnya.

Proses Pemindahan Bibit Cabe ke Polybag atau Pot

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Pemindahan Bibit Cabe
Saat sudah cukup umur (25 s/d 30 hari) setelah penyemaian, saatnya bibit cabe dipindahkan ke media taman yaitu polybag / pot. Lakukan poses pemindahan dengan hati-hati, jangan mencabut bibit dari media penyemaian melaikan dengan cara mencongkelnya agar agar tetap utuh dan tidak sampai putus. Sebelum dipindah, usahakan menyiram media tanam terlebih dahulu agar lebih maksimal.

Perawatan atau Pemeliharaan Tanaman Cabai Dalam Polybag / Pot

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Perawatan Tanaman Cabe

Proses perawatan tanaman cabe dalam olybag tentu jauh lebih mudah dibandingkan dengan budidaya tanaman cabe di lahan seperti pada umumnya. Beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya penyiraman, pemasangan anjir / tiang dan penyiangan serta penggulangan penyakit atau hama. Brikut cara melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman cabe di polybag :
  • Penyiraman - Seperti tanaman pada umumnya, cabe juga membutuhkan air dalam proses pertumbuhannya. Penyiraman dilakukan secara bertahap, artinya jangan terlalu basah dan jangan pula membiarkannya sampai kering.
  • Pemasangan Anjir - Agar batang cabai tetap kokoh dan tidak mudah roboh saat diterpa angin, sebaiknya lakukan pemasangan anjir sebagai tiang tanaman cabe. Proses pemasangan diusahakan sesegera mungkin setelah bibit cabe dipindah agar tidak terlambat dan tidak merusak akar cabe.
  • Penyiangan - Walau tanaman cabe dengan sistem polybag / tabulampot, bukan berarti 100 % terhindar dari adanya rumput / gulma yang mengganggu pertumbuhan cabe, sehingga penyiangan perlu dilakukan agar media tanam tetap bersih dari gulma / tanaman pengganggu.
  • Pemeliharaan perlu dilakukan agar proses perkembangan cabe dapat lebih maksimal sehingga menghasilkan buah yang banyak. Anda dapat merempel tunas-tunas yang tumbuh di bagian paling bawah tanaman.

Pemupukan Cabe di Polybag / Pot

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Pemupukan Tanaman Cabe
Pemupukan dilakukan dengan bertahap, berikan pupuk NPK ke dalam polybag dengan dosis 1 sendok makan setiap satu bulan sekali atau dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman. Jika Anda ingin membudidayakan tanaman cabe secara organik, pupuk NPK dapat digantikan dengan pupuk kandang atau pupuk cair, akan lebih bagus jika ada pupuk kandang kambing sebagai tambahan nutrisi tanaman cabe dalam polybag.

Pengendalian Hama dan Penyakit Cabe

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
enyakit Cabe
Seperti yang kita ketahui bahwa hampir setiap tanaman memiliki hama dan penyakit, begitupun juga dengan tanaman cabe dalam polybag / pot. Hama dan penyakit ini banyak jenisnya sehingga cara menanggulanginya pun juga berbeda. Berikut beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman cabe :

Hama Tanaman Cabe
  • Hama ulat, salah satu hama ulat yang sangat mengganggu adalah grayak (Spodoptera litura). Grayak merusak daun cabe hingga bolong, alhasil proses fotosentesis pada tanaman cabe juga terganggu dan kurang maksimal
  • Hama tungau, serangan hamam tungau ini dapat membuat daun cabe keriting dan menggulung kebawah, Kondisi daun berubah menjadi lebih tebal dan kaku, akibatnya pembentukan pucuk tanaman cabe terhambat.
  • Hama kutu daun, Hama ini biasanya menyerang daun cabe dengan cara menghisap cairan, akibatnya daun mengering dan mati.
  • Hama lalat buah, lalat buah atau Bactrocera dorsalis pada tanaman cabe menyerang buah sehingga mengakibatkan kerontokan pada buah cabe sebelum dipanen.
  • Hama trips (Thrips), hama ini biasanya mengakibatkan daun terlihat garis-garis keperakan, selain itu juga ada bercak kuning kecoklatan dan menjadikan tanaman cabe menjadi kerdil.
  • Solusi dan cara menanggulangi hama cabe dapat menggunakan pestisida baik dengan yang kimia maupun dengan pestisida alami buatan sendiri.

Penyakit Tanaman Cabe

  • Bercak daun
  • Patek atau antraknosa
  • Busuk
  • Layu
  • Bule atau virus kuning
  • Keriting daun atau mosaik
  • Solusi dan cara menanggulangi penyakit cabe ini berbeda-beda, insyaallah akan kami bahas lebih detail pada postingan berikutnya.

Masa Panen Cabe Polybag / Pot

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot Agar Maksimal
Panen Cabe
Proses panen cabe dalam polybag dilakukan saat buah sudah merah. Lama masa panen setelah cabe ditanam berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis/ benih cabe yang ditanam, cara perawatan, lingkungan dan lain sebagainya. Namun pada umumnya tanaman cabe mulai panen pertama saat usia sekitar 60-75 hari.

Waktu yang baik untuk memanen cabe adalah saat pagi hari dengan tujuan supaya kesegaran cabe tetap terjaga, usahakan tidak memanen cabe saat siang atau malam hari.

Panduan Budidaya Cabe Menggunakan Polybag atau Pot ini dapat diterapkan pada budidaya cabe dengan skala besar maupun kecil. Kami sarankan agar Anda juga mencari referensi panduan cara menanam cabe di website lainnya sebagai bahan perbandingan dan juga tambahan referensi agar budidaya cabe nantinya dapat lebih maksimal sehingga menghasilkan buah yang banyak dan melimpah. Semoga bermanfaat.

Aplikasi SALESMU, Mobile App Kerren Buatan Perusahaan Digital Agency di Surabaya

Garuda Usaha - Teknologi dan informasi kian berkembang dengan pesat. Terdapat banyak temuan baru yang turut membantu  dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu banyak dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk menerapkannya dalam dunia usaha mereka, salah satunya adalah sebuah aplikasi bernama salesmu.com yang baru dirilis tahun ini oleh salah satu perusahaan digital agency di Surabaya.
Aplikasi SALESMU, Mobile App Kerren Buatan Perusahaan Digital Agency di Surabaya
Aplikasi salesmu.com
Apclikasi salesmu merupakan sebuah mobile app yang berfungsi untuk memantau kinerja sales / marketing dalam memasarkan produk dari sebuah perusahaan. Fitur yang ada di salesmu.com terdiri dari Live Tracking, Check In dan Check Out serta Daftar Kegiatan.

Salesmu.com memungkinkan perusahaan dalam menganalisa dan mengoptimalkan kinerja tim salesnya, selain itu juga dapat meningkatkan revenue perusahaan dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalamnya serta sistem keamanan yang terjamin.

Baca Juga : Manfaat Website Bagi Bisnis Yang Kita Jalankan

Salah satu fitur unggulan salesmu.com adalah adanya Live Tracking yang memungkinkan management perusahaan untuk memantau aktivitas dan keberadaan marketing saat melakukan canvasing. Selain itu juga dapat menginput data yang dapat terintegrasi langsung dengan sistem pusat perusahaan anda, sehingga dapat memudahkan dalam pemesanan produk yang anda tawarkan

Aplikasi salesmu dapat diinstall di beberapa jenis handphone dengan cara penggunaan yang cukup mudah. Anda bisa melihat di tayangan video salesmu beriku :

Strategi Pengembangan Bisnis Melalui Internet

Garuda Usaha - Perkembangan teknologi yang kian meningkat merubah kebiasaan bisnis menjadi lebih modern. Tak heran apabila para pelaku usaha berlomba-lomba untuk merancang strategi dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui internet guna memajukan usahanya.
Strategi pengembangan bisnis melalui internet
Internet Marketing
Internet berperan penting dalam perkembangan usaha dan bisnis anda, baik untuk keperluan promosi bahkan transaksi jual beli secara langsung. Lalu apa saja strategi yang dilakukan para pelaku bisnis untuk mengembangkan usahanya melaui internet ? Berikut beberapa ulasan tentang strategi pengembangan bisnis melalui internet

Memanfaatkan Website Perusahaan

Website merupakan sebuah situs yang menyimpan informasi dengan menampilkan beberapa halaman yang berisi teks, gambar dan video. Fungsi website untuk bisnis adalah untuk menyapaikan informasi, branding, promosi, jual beli dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu adalah kredibilitas usaha guna meningkatkan kepercayaan konsumen adalah manfaat website yang sagat luar biasa bagi perkembangan usaha anda.

Website untuk usaha umumnya ada dua, yang pertama adalah Website dengan jenis "Company Profile" dan Website E-Commerce. Keduanya berfungsi untuk meningkatkan kredibilitas maupun menyampaikan informasi perusahaan anda, anmun bedanya, untuk E-commerce terdapat fitur yang memungkinkan visitor dapat melakukan transaksi sual beli secara online.

Penjelasan yang lebih spesifik mengenai Manfaat Website Bagi Bisnis Anda dapat dilihat pada postingan kami sebelumnya.

Memanfaatkan Social Media

Kami memiliki satu pertanyaan bagi pemcaba sekalian, kira-kira berapa kali anda membuka HP dalam sehari ? lalu berapa kali anda membuka akun socila media baik itu facebook, instagram, twitter, path dan lain sebaginya ? Cukup sering bukan ? Nah, saat kita membuka akun social media, sering kita jumpai iklan yang menawarkan berbagi produk maupun jasa, disitulah social media menjadi salah satu sarana dalam mempromosikan maupun memasarkan produk usaha anda.

Namun yang menjadi kendala disini adalah tidak banyak yang tahu tentang bagaimana mengelola dan memanfaatkan social media guna kepentingan bisnis. Sebenarnya terdapat strategi-strategi tertentu yang dapat anda lakukan, mulai dari kampanye iklan yang inovatif sampai sentuhan ilmu IT. Namun bagi yang anda yang ingin tahu bagaimana caranya agar dapat memanfaatkan social media dengan maksimal, anda bisa mengkonsultasikan kepada kami melalui form contact us yang sudah tersedia, karena untuk postingan yang membahas social media secara spesifik masih dalam tahap penulisan oleh tim kami

Memanfaatkan Email Marketing

Selain kedua media dia atas, anda juga dapat memanfaatkan e-mail marketing untuk mempromosikan atau menyebarkan portfolio dan spesifikasi dari produk yang anda tawarkan. Anda dapat mengumpulkan data e-mail secara manual maupun dengan cara instan yaitu dengan membeli data e-mail kepada beberapa orang tertentu. Bentuk promosi yang anda kirim melaui email akan lebih tertarget dan berpotensi meningkatkan penjualan.

SEO dan Iklan SEM

SEO atau Search Engine Optimization merupakan sebuah strategi dalam mengoptimasi website agar dapat berada di posisi pertama pencarian google dengan kata kunci tertentu. SEO ini tentu sangat berperan penting dalam menjangkau target pasar yang tepat sasaran. Misalnya anda memiliki produk "perabotan rumah", nah anda dapat menggunakan kata kunci "perabotan rumah harga murah", dan jika penerapan SEO dengan kata kunci tersebut berhasil, maka sudah barang tentu kemungkinan transaksi atau mendatangkan konsumen akan lebih besar. Lalu bagaimana strategi atau cara agar keywort tertentu dapat berada di halaman pertama goolge ? Ada banyak faktor yang menentukannya, misalnya konten dari website anda, optimasi on page, optimasi off page maupun backlink. Anda dapat mencari digital agency yang menerima jasa SEO.

Selain SEO, anda juga dapat memanfaatkan SEM atau Search Engine Marketing. SEM kurang lebih sama dengan SEO, bedanya kalau SEM adalah dengan beriklan di google adword sehingga website anda akan berada di halaman pertama goolge berdasarkan keyword yang anda tentukan.

Dari beberapa penjelasan di atas, sebenarnya masih banyak lagi strategi lainnya dengan memanfaatkan internet guna kemajuan usaha Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi untuk penentuan stategi dalam usaha yang anda jalankan.