Kamis, 19 Oktober 2017

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota

Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota - Solo merupakan kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Selain menjadi salah salah satu pewaris berbagai seni dan budaya Indonesia, Kota Solo memiliki tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, misanya 3 Rekomendasi Wisata Solo yang akan kami bagikan di bawah ini.

Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Salah Satu Tempat Wisata di Pusat Kota Solo
Lalu apa saja nama tempat wisata solo yang paling populer dan terletak di pusat kota ? Nah yuk langsung saja kita simak ulasannya.

Taman Balekambang

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Taman Balekambang Solo
Tempat wisata solo yang petama ada Taman balekambang. Hutan dan tamannya yang indah mencakup area seluas 9,2 hektar di kota Solo. Ada berbagai hewan seperti rusa, merpati, dan kalkun yang hidup dan berkeliaran dengan bebas di dalam taman ini. Ada juga taman reptil yang menampung beragam hewan reptil seperti buaya, iguana, kura-kura, bahkan hewan lain seperti burung kasuari, elang, monyet, dan banyak lagi. Sementara harga tiket masuknya sebesar Rp.5.000 per orang untuk memasuki taman reptil. Ingatlah untuk tidak memberi makan hewan kecuali jika dikonfirmasi oleh petugas taman, karena makanan yang salah dapat membahayakan hidup mereka, maka bertindaklah dengan bertanggung jawab saat Anda berada di sini.
Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan
Taman ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan Kebun Raya Bogor dalam hal lingkungan alam dan hewan, walaupun ukurannya lebih kecil dan tidak memiliki istana kepresidenan. Dengan semua greeneries yang subur, Taman Balekambang berfungsi sebagai paru-paru kota Solo. Taman umum ini juga merupakan tempat yang tepat untuk berfoto, oleh karena itu banyak warga Solo menggunakannya untuk syuting sesi foto pre wedding. Ada amfiteater terbuka yang bisa digunakan untuk pentas bermain di sini. Banyak artis terkenal, termasuk grup komedi terkenal Srimulat, pernah tampil di sini di masa lalu.

Istana Kasunanan Surakarta

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Istana Kasunanan Surakarta
Kraton adalah kata Jawa untuk "istana". Dengan demikian, itu adalah tempat tinggal utama sunan - gelar penguasa Surakarta. Nama Istana kerajaan Surakarta adalah Kraton Surakarta Hadiningrat tapi terkadang orang juga menyebutnya Kraton Solo atau Kraton Surakarta. Istana ini memiliki tampilan megah sebagai hasil perpaduan antara gaya arsitektur Jawa dan Eropa. Pada jaman dahulu, ia telah mengakomodir beberapa generasi dinasti Pakubuwono sampai pemberontakan anti-monarki. Karena adanya hubungan historis antara Solo dan Yogyakarta, tata letak dan gaya arsitektur Kraton Solo hampir identik dengan Kraton Yogyakarta.

Kraton memiliki beberapa makna spiritual dari keyakinan Jawa kuno yang tersembunyi dalam gaya arsitekturalnya. Misalnya, orang tua Jawa percaya bahwa tujuh adalah bilangan suci, oleh karena itu ada tujuh gerbang dan halaman di dalam kompleks istana. Candi Borobudur yang legendaris juga memiliki kepercayaan yang sama dengan Kraton Solo, karena ada tujuh tangga dan gerbang di Borobudur. Saat ini, seperti kraton lainnya di Jawa, kraton ini juga memburuk karena lalai dan minimnya dana perawatan. Ada museum dan pusat seni di dalam komplek Kraton Kasunanan.

Istana Mangkunegaran

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Istana Mangkunegaran
Setelah perpecahan Kesultanan Mataram, lalu orang Sunda Surakarta diberi satu lagi cobaan perang saudara sehingga memecah kerajaan lebih jauh menjadi dua bagin. Ini karena penguasa Surakarta saat itu, Pakubuwono II dan III, berpihak pada penjajah Belanda selama konflik Yogyakarta-Surakarta. Pada waktu itu sebagian besar masyarakat pribumi sangat membenci Belanda karena sikap mereka yang sewena wena dan menindas dengan kejam penduduk setempat.

Raden Mas Said, seorang bangsawan di Surakarta yang juga relatif jauh dari Pakubuwono II, bangkit dan memimpin penduduk setempat agar dapat melawan Belanda dan Sunan Surakarta. Sedangkan perwakilan Belanda yaitu Nicolaas Hartingh memberikan julukan terhadap Raden Mas Said Pangeran Sambernyawa, Julukan ini secara harfiah dapat diartikan sebagai pangeran yang hidup, Sehingga Raden Mas Said atas kehebatannya dalam pertempuran selama konflik berdarah memiliki julukan Pangeran Sumbernyawa. Perang sipil ini berakhir dengan perjanjian Salatiga, yang mengakui R.M. Dikatakan sebagai penguasa daerah otonom Mangkunegaran yang baru terbentuk. Selanjutnya beliau mengambil memiliki sebuah gelar yaitu Mangkunegara I dan kemudian memerintah rakyatnya dengan kebijaksanaan serta dengan sistem yang masuk akal.

Mangkunegara I membangun sebuah istana baru di Kota Solo sebagai tanda perbedaan antara beliau dengan penguasa sebelumnya Pakubuwono. Dengan demikian hingga saat ini mengapa ada dua istana atau Kraton di kota Solo, satu milik keluarga Pakubuwono, dan yang lainnya milik keluarga Mangkunegara. Istana Mangkunegaran indah dan megah seperti Istana Kasunanan. tahun pembangunannya sekitar 1757 yang lalu dan menawarkan ruang penonton yang megah atau pendopo yang dianggap sebagai pendopo terbesar di Indonesia.
Read More

Selasa, 17 Oktober 2017

Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan

Taman Agro Jombang merupakan salah satu deretan wisata baru yang ada di Jombang Jawa Timur. Objek wisata dengan nuansa alam di tengah area persawahan ini memiliki keindahan yang mengagumkan.
Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan
Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan
Tak hanya nuansanya yang menyejukkan, namun taman agro ini juga memiliki spot-spot yang instageniK. Kamu bisa berfoto dengan background bunga-bunga cantik dan juga hamparan area persawahan yang nampak hijau.

Taman Agro Jombang baru dibuka bulan September 2017 lalu, namun untuk peresmiannya pada bulan oktober 2017. Hingga saat ini jumlah pengunjung yang hilir mudik di kawasan wisata taman agro terus bertambah, bahkan setiap harinya jumlah pengunjung mencapai ratusan orang.

Walau terbilang masih baru, namun keberadaan taman agro jombang kian tersohor khususnya di jagat social media karena banyanya foto yang diunggah oleh pengunjung yang sebelumnya pernah kesana.
Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan
photo credit  @rezk_kmi96
Lokasi Taman Agro sendiri berada di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo yaitu di Desa Banjarsari. Kamu dapat dengan mudah menemukan lokasinya karena berada tidak jauh dari pinggir jalan raya. Dari alun-alun jombang membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke tempat ini.

Jika ingin liburan di taman agro, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk harga tiket masuknya. Hal ini karena taman agro masih belum menarik retribusi bagi pengunjungya. Namun demi keamanan kedaraan, pengunjung perlu memarkir kendaraannya dengan biaya sebesar Rp 2000/motor. Sedangkan untuk berfoto di atas tower yang memiliki spot paling bagus, kamu perlu membayar biaya sebesar Rp 2000.

Itulah sekilas informasi mengenai Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan. Semoga bermanfat dan dapat menjadi rekomendasi tempat wisata bagi kamu yang berkunjung ke Jombang.
Read More

Senin, 16 Oktober 2017

Bavarian Culinary Haus Bogor

Restoran - Bavarian Culinary Haus Bogor merupakan salah satu Restoran dengan interior khas bangunan ala Eropa. Tempat ini bisa menjadi pilihan tempat nongkrong di Bogor yang asyik untuk kamu dan teman-temanmu. Bentuk bangunan dengan desain menarik seperti rumah kayu dan juga memiliki hiasan bunga-bunga disertai taman mini pada bagian ujungnya. Restoran Jerman dengan “Fleischerhandwerk Certificate” ini menjadi salah satu tempat hang out untuk anak-anak muda Bogor.
Bavarian Culinary Haus Bogor
Bavarian Culinary Haus Bogor
Menu yang pernah saya coba salah satunya Grill Platter for Two dengan harga Rp.190.000. Dagingnya berasa banget guys. Namun untuk sosisnya biasa aja sih. Bavarian Culinary Haus menawarkan menu makanan dan minuman sangat variatif. Grilled Platter adalah salah satu menu Andalan di tempat ini. Meski termasuk restoran “luar”, tetapi kamu tidak perlu khawatir, menu makanan dan minuman disini tidak mengandung pork kok. 

Jika kamu ingin nongkrong di Bavarian Culinary Haus, Harga menu makanannya sekitar Rp 300.000 untuk dua orang. Alamat nya ada di Jl. Raya Puncak - Cianjur no 48 (KM 72). Lokasinya yang strategis sangat mudah dijangkau baik dengan menggunakan kendara mobil maupun motor.

Itulah sekilas tentang Bavarian Culinary Haus Bogor. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi tempat makan bagi kamu yang mau hang out.

Peta Lokasi : 
Kata Kunci : 

bavarian haus
menu bavarian haus puncak
bavarian haus bratwurst 'n grill bogor, jawa barat
bavarian haus indonesia
lokasi bavarian haus puncak
bavarian haus bogor, west java
menu bavarian haus bogor
Read More

Jumat, 28 Juli 2017

Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe

Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Salah satu penyakit tanaman cabe yang paling sering terjadi adalah "kondisi daun keriting". Sebenarnya ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun umumnya karena adanya hama yang menyerang daun cabe sehingga mengakibatkan daun rusak dan keriting.

Daun Keriting Tanaman Cabe

Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe

Beberapa hama daun yang dapat menyerang tanaman cabai diantaranya Hama Daun Keriting Thrips, Hama Daun Keriting Tungau (Mite) dan Hama Kutu Daun, Hama Virus. 
Cara Mengatasi Daun Keriting Tanaman Cabe - Hama dan Penyakit Cabe
Semua hama ini sangat berpotensi merusak tanaman sehingga pertumbahannya menjadi lambat bahkan bisa menyebabkan kematian pada tanaman cabe. Untuk itu pertu adanya antisipasi dan penanggulangan hama ketika sudah terlanjur terjadi pada tanaman Cabe. 

Antisipasi Daun Keriting Tanaman Cabe :


  • Memilih bibit tanaman cabe unggul dan tahan terhadap hama dan penyakit.
  • Menjaga  kebersihan lingkungan sekitar tanaman cabe dengan membersihkan gulma. Gulma atau rumput liar disekitar tanaman cabe berpotensi untuk mengundang datangnya berbagai serangan hama cabe. Cara yang paling efektif adalah dengan menutup tanah menggunakan plastik mulsa.
  • Usahakan untuk fokus pada satu tanaman, artinya tidak mencampur tanaman cabe dengan tanaman lainnya (tumpang sari).
  • Anda dapat mmberi pestisida Furadan 3G di sekitar tanam pada waktu sebelum penanaman bibit cabe. Dosis yang di gunakan sejumlah 60 s/d 90 kg per hektar atau sekitar 2 sendok makan/meter persegi.
  • Anda dapat mengantisipasi daun keriting tanaman cabe dengan melakukan penyemprotan pestisida setelah tanaman cabe mula tumbuh atau sebelum adanya serangan hama. Beberapa pertisida yang dapat anda gunakan adalah pestisida dengan bahan aktif seperti Fipronil, Imidakloprid etc. Tambahkan pula pupuk daun guna menambah kesuburan tanaman cabe.
Read More

Minggu, 04 Juni 2017

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot

Membuat Media Tanam Polybag dan Pot - Media tanam merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam budidaya tanaman baik di lahan langsung maupun dengan menggunakan polybag atau pot. Dari itu kita perlu mempersiapkannya secara matang sebelum bercocok tanam agar sayuran atau buah yang ditanam dapat tumbuh dengan maksimal.

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanaman Sayur dalam Pot
Polybag atau pot merupakan tempat media menanam yang praktis, mudah dan murah. Proses perawatan suatu tanaman jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan menanam di lahan secara langsung. Namun ada satu hal penting yang mesti diperhatikan dalam membuat media tanaman dengan polybag, Media tanam yang baik ialah media tanam dengan kondisi yang gembur / porous, ini bertujuan agar pertumbuhan akar tanaman dan perkembangan tanaman dapat lebih maksimal.

Nah agar dapat menjadikan media tanam nampak gembur, tentu kita harus mengetahui takaran atau komposisi bahan-bahan yang akan kita gunakan dalam pembuatan media tanam polybag. Seperti apa bahan dan cara pembuatannya ? Mari kita simak Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot :

Syarat Media Tanam Yang Baik

Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanaman Bawang dalam Pot
Media tanam polybag maupun pot sebenarnya itu sama, yang membedakan adalah wadahnya saja. Yang terpenting adalah media di dalam polybag tersebut memiliki kriteria syarat media tanam yang baik. Media tanam yang memenuhi syarat adalah media yang mampu menopang tanaman, lalu memiliki kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta memiliki tempat bagi akar tanaman agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat lebih maksimal. Secara umum, media tanam yang bagus seharusnya memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
  • Dapat menyediakan ruang bagi perkembangan akar tanaman, dari itu sebisa mungkin membuat media menjadi gembur agar akar tanaman lebih mudah berkembang dan menyerap nutrisi untuk tanaman.
  • Dapat menyimpan kebutuhan air bagi tanaman dan memiliki pembuangan air yang baik saat ketersediaan air berlebih.
  • Mengandung humus / unsur hara sebagai kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Tidak mengandung benih penyakit / hama yang dapat menyerang tanaman di kemudian hari.

Bahan Pembuatan Media Tanam Polybag / Pot

Pembuatan media tanaman dalam polybag dan pot dapat kita lakukan dengan memanfaatkan berbagai macam bahan mulai dari yang organik hingga sintetis. Namun postingan kali ini kami akan lebih fokus membahas media tanam dengan bahan organik. Berikut beberapa bahan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan media tanam :

1. Tanah
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Tanah Gembur
Bahan utama dalam membuat media tanam adalah tanah. Tanah yang baik untuk bahan media tanam pot yaitu jenis tanah yang berpasir, tanah ini memiliki drainase yang baik bagi tanaman. Namun hindari penggunaan tanah yang terlalu berpasir maupun yang terlalu berlempung. Usahakan mendapatkan tanah yang gembur untuk bahan media tanam polybag.

2. Kompos atau Pupuk Kandang
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Kompos
Bahan media tanam ini dibutuhkan untuk memperbaiki sifat kimia dan biologi pada tanah, selain itu berfungsi meningkatkan dan menjaga kesuburan serta kesehatan fisik tanaman. Kebutuhan unsur hara tanaman juga dapat dipasok dengan menggunakan kompos / pupuk kandang.

3. Arang Sekam atau Arang Lainnya
Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot
Arang Sekam
Selain dua bahan media tanam polybag di atas, ada satu lagi bahan yang kita butuhkan yang berfungsi untuk meningkatkan ketersediaan unsur fosfor (P). Selain itu, sekam arang dapat membantu meningkatkan sistem pertukaran udara di dalam polybag, sehingga sangat bagus untuk akar tanaman. Jika tidak ada arang sekam, kita masih dapat menggantikannya dengan serabut kelapa untuk dijadikan arang.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Jika sudah mengetahui bahan dan masing-masing manfaatnya. Selanjutnya mari kita praktekkan cara membuat media tanam organik pada polybag. Pertama silahkan siapkan 3 bahan di atas (Tanah gembur, Kompos / pupuk kandang dan arang sekam). Kalau bahan-bahan sudah terkumpul sekarang campurkan semua bahan dengan perbandingn (tanah 2, pupuk kandang 1 dan arang 1). Jadi perbandingannya 2:1:1.

Aduk semua bahan hingga benar-benar tercampur lalu masukkan ke dalam pot atau polybag sesuai dengan ukuran yang kita inginkan. Sampai disini prosem membuat media tanam polybag dan pot sudah selesai.

Sebagai catatan, untuk perbandingan campuran 3 media tanam di atas, kita dapat mencampurnya dengan perbandingan 2:1:1 atau juga 1:1:1. Untuk dapat membuktikannya komposisi mana yang terbaik adalah dengan cara mencobanya sendiri. Semoga postingan Cara Membuat Media Tanam Polybag dan Pot ini dapat bermanfaat untk kita semua. Mari bercocok tanam !

Yuk Baca Juga : 




Read More

Kamis, 01 Juni 2017

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot

Flowergardenplans.com - Cara Menanam Sawi Dalam Polybag sangat mudah kita lakukan, terlebih jika menamamnya di sekitar halaman rumah. Menanam sawi dengan sistem "tabulampot" atau polybag sangat cocok dilakukan di lahan sempit, tidak terkecuali di pekarangan rumah kita sendiri.

Polybag yang menjadi media tanam dapat kita tata dengan rapi di lahan kosong sekitar halaman rumah, atau jika tidak ada lahan sedikitpun, kita masih dapat menaman sawi dalam polybag dengan cara vertikutur yaitu memanfaatkan kayu atau bambu dengan membentuknya secara tersusun. Misalnya seperti pada gambar di bawah ini.
Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Tanaman Sawi dalam Polybag
Lalu bagaimana Cara Menanam Sawi Dalam Polybag yang baik agar lebih maksimal ? Sebelum lebih jauh mengulas tentang budidaya tanaman sawi di polybag, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu sekilas tentang sawi.

Berdasarkan definisi dari Wikipedia, sawi merupakan sekelompok tumbuhan yang tergolong marga Brassica dimana daun dan bunganya dimanfaatkan untuk bahan pangan (sayuran). Sawi memiliki nilai nutrisi yang bagus untuk kebutuhan tubuh manusia, beberapa kandungan nutrisi sawi dengan berat 100 gr1 maka umumnya memiliki nilai "Energi 20 kkal, Protein 1,7 gr, Lemak 0,4 gr, Karbohidrat 3,4 gr, Kalsium 123 mg, Fosfor 40 mg, Zat Besi 1,9 mg Vit A, Vit B, dan Vit C.

Syarat Tumbuh Tanaman Sawi

Syarat perting untuk menanam sawi agar tumbuh maksimal adalah harus memiliki media tanam yang gembur dan mengandung unsur hara / humus serta memiliki drainage (pembuangan air yang baik). Derajat Ph tanah yang bagus idealnya 6 s/d 7.

Tanaman sawi akan tumbuh maksimal di dataran tinggi, namun tanaman yang satu ini juga dapat dibudidayakan di dataran rendah selagi kebutuhan air dapat tercukupi. Salah satu kelebihan tanaman sawi ialah dapat ditanam kapan saja, artinya tidak peduli musim hujan maupun musim kemarau. Waktu yang sangat baik untuk menanm sawi saat akhir musim penghujan.

Sawi tidak dapat tumbuh maksimal pada saat musim kering jika kita tidak memperhatikan kebutuhan airnya, namun jika menanam sawi dengan media polybag / pot maka tentunya akan lebih mudah dalam merawatnya termasuk soal kebutuhan air. Jadi kita masih dapat menanam sawi dengan cara "tabulampot" saat musim kemarau.

Berikut Cara Menanam Sawi Dalam Polybag / Pot

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Tanaman Sawi dalam Polybag

Alat dan Bahan

Peralatan yang dibutuhkan untuk menanam sawi dalam polybag kurang lebih sama seperti peralatan yang dibutuhkan pada budidaya sistem tabulampot (tanaman buah dalam pot). Hanya saja disini kita menggunakan polybag sebagai medianya. Berikut beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan :
  • Polybag Ukuran 4 inc atau tray semai (optional)
  • Polybag ukuran 18 inc
  • Media tanam (tanah gembur, pupuk kandang, arang sekam)
  • Benih sawi
  • Nutrisi tanaman berupa pupuk organik / pupuk kandang

Proses Pemilihan Benih Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Benih Sawi
Untuk dapat menghasilkan bibit sawi yang baik hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan benih sawi. Lalu bagaimana cici-ciri benih sawi yang bagus ? Berikut ciri-cirinya :
  • Biji berbentuk bulat dan berukuran kecil
  • Memiliki warna kulit yang coklat kehitaman
  • Biji benih sawi nampak mengkilap dan licin
  • Benih sawi unggul biasanya dibugkus dengan alumunium foil
Selain dengan cara melihat ciri-ciri benih sawi unggul di atas, kita masih dapat menyeleksi benih sawi dengan cara merendamnya. Benih sawi yang bagus untuk ditanam akan tenggelam saat direndam, namun biji-biji yang mengapung dapat kita pisahkan karena itu merupakan benih sawi yang kurang baik untuk ditanam.

Proses Penyemaian Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Bibit Sawi di Penyemaian Mulai Tumbuh
  • Pertama siapkan media penyemaian. Bahan-bahannya terdiri dari tanah gembur dan kompos / pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1
  • Campur bahan tadi hingga merata dan masukkan ke dalam polybag kecil atau letakkan di wadah semai / tray semai. Diamkan selama kurang lebih 1 minggu.Kalau bisa usahakan terhindar dari air hujan atau sinar matahari secara lansung.
  • Kalau media penyemaian sudah siap kemudian kita dapat merendam benih sawi dengan air hangat sekitar 3 jam.
  • Sebelum benih sawi diletakkan di media penyemaian, kita dapat menyemprot media semai sampai basah atau lembab, barulah benih sawi disemai ke dalam polybag / tray semai.
  • Kemudian tutup tipis media semai dengan tanah halus.
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara teratur, yaitu pada saat pagi dan sore hari. Namun tetap perlu memperhatikan kondisi media, kalau masih basah kita tidak perlu menyiramnya.

Proses Persiapan Media Tanam

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Polybag Untuk Menanam Sawi
Media tanam untuk budidaya sawi dalam polybag terdiri dari tanah gembur, kompos /pupuk kandang dan arang sekam. Campurkan semua bahan tersebut dengan perbandingan 3:2:2. Akan lebih bagus jika ditambahkan pupuk kandang kambing. 

Jika sudah tercampur, saatnya memasukkan bahan-bahan tersebut ke dalam polybag sehingga media tanam siap untuk menampung bibit sawi yang udah disemai. Jangan lupa untuk melubangi tanah ditengah-tengah polybag.

Proses Pemindahan Bibit Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Bibit Sawi Siap dipindah
Bibit sawi siap dipindah ke polybag utama saat sudah memiliki daun sebanyak 4 hingga 5 helai. Biasanya tanaman bibit akan tumbuh dengan 4-5 helai daun 3-4 minggu setelah penyemaian. Lakukan pemindahan bibit sawi dengan cara mengambilnya dari media semai tanpa ada sedikit akar pun yang tercabut. Caranya dengan mencongkelnya bersama tanah sehingga akar tetap utuh. Satu polybag dapat menampung bibit sawi antara 3 - 5 buah.

Cara Merawat Tanaman Sawi

Seperti budidaya tanaman dalam polybag pada umumnya, menanam sawi di polybag / pot dapat dengan mudah kita rawat. Hanya perlu menyiramnya secara teratur dan melakukan pemupukan. Siramlah tanaman sawi dalam polybag setiap pagi dan sore hari. Namun jika hujan atau kondisi tanah pada polybag masih basah, kita tidak perlu menyiramnya.

Jika ingin pertumbuhan sawi lebih maksimal, kita perlu memberikan pupuk secara bertahap, berilah pupuh organik (pupuk cair / pupuk kandang setiap 10 hari atau dua minggu sekali.

Budidaya tamanan sawi dalam polybag memang cenderung lebih bersih dari gulma atau tumbuhan pengganggu tanaman. Namun bukan berarti 100 % akan benar-benar tanpa gulma seperti tumbuhnya rumput atau tumbuhan pengganggu lainnya yang tumbuh di dalam polybag. Maka dari itu kita perlu menjaga kebersihan polybag dari gulma dengan cara melakukan penyiangan.

Hama dan Penyakit Sawi

Cara Menanam Sawi Dalam Polybag atau Pot
Hama dan Penyakit Sawi
Hama dan penyakin pada  tanaman sawi merupakan salah satu faktor yang paling menghambat perkembangan sawi, maka dari itu kita harus tau jenis dan cara mengatasinya agar tanaman sawi dalam polybag tetap tumbuh dengan maksimal. Ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sawi seperti di bawah ini :

  • Hama Tanaman Sawi
- Ulat perusak daun ( Plutella xylostella ) - Hama yang satu ini menyerang daun sawi, akibatnya permukaan daun menjai rusak. Plutella xylostella juga membuat daun berlubang dan tidak rata serta daun akan kering. Cara mengatasinya kita dapat melakukan penyemprotan insektisida pada tanaman sawi.

-Ulat tanah ( Agrotis sp. ) - Haman berikutnya ada Ulat tanah ( Agrotis sp. ), dampak yang terjadi dari hama ini adalah rusaknya akar tanaman sehingga tanaman sawi menjadi layu dan mengguning lalu akhirnya mati. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan penyemprotan insektisida yang biasanya berbentuk butiran sesuai dosis.

- Ulat grayak - Hama ini yang sering dijumpai pada tanaman sawi, efek yang ditimbukan oleh ulat grayak dapat mengakibatkan daun sawi mengguning dan berlubang serta bagian daun tidak beraturan. Cara mengatasinya sama seperti pada ulat perusak daun di atas

- Leaf miner ( Lirimyza sp ) - Ciri-ciri tanaman sawi yang terserang Lirimyza sp biasanya daun akan mengguning atau adanya bercak kuning kecoklatan. Silahkan lakukan penyemprotan dengan Trigard 75 WpP dan Proclaim 5 SG untuk mengatasinya

  • Penyakit Tanaman Sawi

- Penyakit busuk daun ( Phytotora sp. ) - Ciri-ciri terserang penyakit busuk adalah daun sawi akan mengguning dan adanya lendiran pada daun hingga akhirnya membusuk. Cara mengendalikannya adalah dengan penyemprotan fungisida

- Penyakit akar gada ( Plasmodiophora brassicae ) - Sesuai dengan namanya, Penyakit akar gada biasanya menyerang akar tanaman sawi hingga membusuk hingga tanaman menjadi layu serta mati tiba-tiba. Penyakit akar gada saat ini kami masih belum mendapatkan informasi untuk pengendaliannya.

- Bercak daun - Gejala hama yang satu ini adalah adanya bercak berwarna kuning hingga kecoklatan atau bahkan kehitaman pada permukaan daun. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyemprotan fungisida misalnya dengan Bion M 1/ 48 WP.

- Busuk alternaria - Hama ini menyerang akar tanaman sawi hingga mengering atau membusuk. Dampaknya adalah matinya tanaman sawi secara tiba-tiba. Cara pengendalian hama pada sawi yang satu ini adalah melakukan penyemprotan dengan fungida yang dapat berupa Dithane sesuai sosis.

Masa Panen Sawi Dalam Polybag

Kira-kira berapa lama masa panen sawi sejak ditanam ? Tanaman Sawi dalam polybag umumnya dapat dipanen saat usianya sudah mencapai 40 s/d 60 hari setelah ditanam, namun semuanya tergantung dari faktor keberhasilan dalam budidaya sawi.

Ada beberapa cara yang dilakukan dalam memanen sawi. Yang paling umum adalah dengan cara mencabutnya atau dengan memotong batang sawi tepat di atas permukaan tanah. Kalau tujuannya untuk dikonsumsi sendiri biasanya sawi dipanen dengan cara memotong daunnya satu per sat, Tujuannya adalah agar tanaman bisa tahan lama.

Demikianlah panduan atau Cara Menanam Sawi Dalam Polybag Agar Tumbuh Maksimal. Semoga bermanfaa dan dapat menjadi referensi bagi pembaca sekalian yang suka dengan bercocok tanam. Kami sarankan agar melakukan pencarian / referensi pada website lainnya sebagai bahan perbandingan dan tambahan informasi lainnya. Salam Tani !
Read More