Kamis, 19 Oktober 2017

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota

Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota - Solo merupakan kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Selain menjadi salah salah satu pewaris berbagai seni dan budaya Indonesia, Kota Solo memiliki tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, misanya 3 Rekomendasi Wisata Solo yang akan kami bagikan di bawah ini.

Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Salah Satu Tempat Wisata di Pusat Kota Solo
Lalu apa saja nama tempat wisata solo yang paling populer dan terletak di pusat kota ? Nah yuk langsung saja kita simak ulasannya.

Taman Balekambang

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Taman Balekambang Solo
Tempat wisata solo yang petama ada Taman balekambang. Hutan dan tamannya yang indah mencakup area seluas 9,2 hektar di kota Solo. Ada berbagai hewan seperti rusa, merpati, dan kalkun yang hidup dan berkeliaran dengan bebas di dalam taman ini. Ada juga taman reptil yang menampung beragam hewan reptil seperti buaya, iguana, kura-kura, bahkan hewan lain seperti burung kasuari, elang, monyet, dan banyak lagi. Sementara harga tiket masuknya sebesar Rp.5.000 per orang untuk memasuki taman reptil. Ingatlah untuk tidak memberi makan hewan kecuali jika dikonfirmasi oleh petugas taman, karena makanan yang salah dapat membahayakan hidup mereka, maka bertindaklah dengan bertanggung jawab saat Anda berada di sini.
Taman Agro Jombang, Wisata Baru Bernuansa Pedesaan
Taman ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan Kebun Raya Bogor dalam hal lingkungan alam dan hewan, walaupun ukurannya lebih kecil dan tidak memiliki istana kepresidenan. Dengan semua greeneries yang subur, Taman Balekambang berfungsi sebagai paru-paru kota Solo. Taman umum ini juga merupakan tempat yang tepat untuk berfoto, oleh karena itu banyak warga Solo menggunakannya untuk syuting sesi foto pre wedding. Ada amfiteater terbuka yang bisa digunakan untuk pentas bermain di sini. Banyak artis terkenal, termasuk grup komedi terkenal Srimulat, pernah tampil di sini di masa lalu.

Istana Kasunanan Surakarta

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Istana Kasunanan Surakarta
Kraton adalah kata Jawa untuk "istana". Dengan demikian, itu adalah tempat tinggal utama sunan - gelar penguasa Surakarta. Nama Istana kerajaan Surakarta adalah Kraton Surakarta Hadiningrat tapi terkadang orang juga menyebutnya Kraton Solo atau Kraton Surakarta. Istana ini memiliki tampilan megah sebagai hasil perpaduan antara gaya arsitektur Jawa dan Eropa. Pada jaman dahulu, ia telah mengakomodir beberapa generasi dinasti Pakubuwono sampai pemberontakan anti-monarki. Karena adanya hubungan historis antara Solo dan Yogyakarta, tata letak dan gaya arsitektur Kraton Solo hampir identik dengan Kraton Yogyakarta.

Kraton memiliki beberapa makna spiritual dari keyakinan Jawa kuno yang tersembunyi dalam gaya arsitekturalnya. Misalnya, orang tua Jawa percaya bahwa tujuh adalah bilangan suci, oleh karena itu ada tujuh gerbang dan halaman di dalam kompleks istana. Candi Borobudur yang legendaris juga memiliki kepercayaan yang sama dengan Kraton Solo, karena ada tujuh tangga dan gerbang di Borobudur. Saat ini, seperti kraton lainnya di Jawa, kraton ini juga memburuk karena lalai dan minimnya dana perawatan. Ada museum dan pusat seni di dalam komplek Kraton Kasunanan.

Istana Mangkunegaran

3 Rekomendasi Wisata Solo Yang Ada di Pusat Kota
Istana Mangkunegaran
Setelah perpecahan Kesultanan Mataram, lalu orang Sunda Surakarta diberi satu lagi cobaan perang saudara sehingga memecah kerajaan lebih jauh menjadi dua bagin. Ini karena penguasa Surakarta saat itu, Pakubuwono II dan III, berpihak pada penjajah Belanda selama konflik Yogyakarta-Surakarta. Pada waktu itu sebagian besar masyarakat pribumi sangat membenci Belanda karena sikap mereka yang sewena wena dan menindas dengan kejam penduduk setempat.

Raden Mas Said, seorang bangsawan di Surakarta yang juga relatif jauh dari Pakubuwono II, bangkit dan memimpin penduduk setempat agar dapat melawan Belanda dan Sunan Surakarta. Sedangkan perwakilan Belanda yaitu Nicolaas Hartingh memberikan julukan terhadap Raden Mas Said Pangeran Sambernyawa, Julukan ini secara harfiah dapat diartikan sebagai pangeran yang hidup, Sehingga Raden Mas Said atas kehebatannya dalam pertempuran selama konflik berdarah memiliki julukan Pangeran Sumbernyawa. Perang sipil ini berakhir dengan perjanjian Salatiga, yang mengakui R.M. Dikatakan sebagai penguasa daerah otonom Mangkunegaran yang baru terbentuk. Selanjutnya beliau mengambil memiliki sebuah gelar yaitu Mangkunegara I dan kemudian memerintah rakyatnya dengan kebijaksanaan serta dengan sistem yang masuk akal.

Mangkunegara I membangun sebuah istana baru di Kota Solo sebagai tanda perbedaan antara beliau dengan penguasa sebelumnya Pakubuwono. Dengan demikian hingga saat ini mengapa ada dua istana atau Kraton di kota Solo, satu milik keluarga Pakubuwono, dan yang lainnya milik keluarga Mangkunegara. Istana Mangkunegaran indah dan megah seperti Istana Kasunanan. tahun pembangunannya sekitar 1757 yang lalu dan menawarkan ruang penonton yang megah atau pendopo yang dianggap sebagai pendopo terbesar di Indonesia.